Maju Perfilman Indonesia!

Cukup miris juga sih waktu barusan saya nonton acara infotaiment yang lagi nge-wawancara mas sutradara Riri Riza tentang film karya dia yang judulnya Atambua 39 derajat celcius. Jadi Atambua tuh adalah kota perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste.

Dan ternyata kata mas Riri, film Atambua 39 derajat celcius kurang diminati sama masyarakat Indonesia sendiri yang dibuktiin sama penontonya yang kurang dari 20.000 penonton dan filmnya pun Cuma bertahan 10 hari tayang aja di bioskop komersil di Indonesia. Tapi kata mas Riri, walau antusiasme masyarakat kita kurang akan hasil karyanya mas Riri, tapi mas Riri malah sering diundang ke luar negeri karena karya film Atambua 39 derajat celcius.

Hmm.. Cukup ironi juga sih sama kondisi perfilman Indonesia.. Saya Cuma heran aja, kenapa sepertinya orang Indonesia lebih cepet respek kalo muncul film asing terbaru ketimbang film lokal terbaru karya sineas Indonesia? Kalo menurut saya sih, karya film lokal juga bagus kok, gak kalah sama karya si sineas asing itu..

Ya saya sih cuma bisa mendukung dan mendoakan aja untuk kemajuan perfilman lokal. Saya ini kan bukan pekerja film, saya hanya penggemar film dan saya mungkin hanya bisa mengkritik film – film yang dibuat film maker. Semoga karya film sineas lokal bisa tetap bertahan dan tetap diminati oleh masyarakat Indonesia. Maju terus perfilman Indonesia!!!