Nyumbang Capres?

Photo by jateng.tribunnews.com

Terkait pemberitaan yang banyak beredar mengenai banyaknya warga masyarakat yang nyumbang uang buat para pasangan capres dan cawapres, dan ini merupakan salah satu beritanya: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/10/demi-sumbang-jokowi-jk-rakyat-rela-antri-di-bank,  saya menyuarakan pendapat / opini lewat status di facebook yang isinya gini:

Giliran nyumbang capres dan cawapres yang notabenenya udah memiliki kemampuan finansial yang lebih dari cukup / berlebih alias tergolong bukan golongan orang yang miskin, responnya cepet banget langsung sigap ngeluarin duit dan seakan rela ngelakuin apa aja sampe berlebihan gitu..
Giliran di suruh bayar aja pajak yang emang seharusnya sudah jadi kewajiban setiap warga negara malah ogah-ogahan bayarnya, di suruh bayar zakat yang cuma 2,5% bayarnya juga males-malesan pake segala mikir panjang yang udah jelas itu emang perintah agama, mau ngeluarin uang buat shodaqoh di kotak amal pas Jum’atan juga males, nyumbang anak yatim juga males nya minta ampun takut hartanya terkuras / abis..
Ngedukung atau nyumbang sih sah-sah aja, tapi ya mbok jangan sampe melupakan hal yang lebih esensi dari pada hal beginian.. Kan masalah finansial bagi pasangan capres dan cawapres udah gak jadi persoalan, lagi pula pasangan capres kan juga didukung sama partai koalisinya. Masa mau jadi presiden gak punya duit? Hahaha.. Sedangkan finansial adalah salah satu modal buat jadi Presiden 🙂
Jadi pikir-pikir lagi dengan matang yaa saat kalian mau memberikan sedikit rejeki yang kalian miliki kepada para pasangan calon pemimpin negeri ini, sementara di sekitar kita sendiri masih banyak kaum membutuhkan sebagian dari rejeki yang kita punya..
Opini saya pribadi yang mengatasnamakan #shambu, semoga Allah SWT. mejnadikan kita manusia yang rajin besedekah dan dijadikan manusia yang taat dalam membayar zakat dan pajak, Amin 🙂
Semoga status FB saya bisa jadi pertimbangan dalam hal sumbang-menyumbang dan kita jadi lebih obyektif lagi dalam menyumbang atau dalam mengeluarkan uang 🙂 Daripada nyumbang capres yang udah kaya raya gitu, mending nyumbang anak yatim aja dapet pahala lagi., yak nggak?

 

Advertisements

Curhat Debat PilPres 1

Di-copas dari status facebook saya..

Yang saya tahu pada hakikatnya, inti dari debat capres ini seharusnya adalah untuk pemaparan visi dan misi yang konkret dari masing-masing pasangan capres kepada masyarakat agar masyarakat dapat lebih mengenal para calon pemimpinnya dengan harap masyarakat dapat memilih calon pemimpinnya secara lebih obyektif.

Namun dalam gelar debat capres barusan saya kok menangkap seperti ada hal yang menyimpang dari tujuannya yang ditunjukkan dengan sikap yang seperti melakukan penyerangan dengan pertanyaan yang diajukan oleh salah satu calon terhadap calon pasangan lainnya yang menurut saya seharusnya hal kayak gini gak perlu terjadi lah..

Yang saya inginkan sebagai warga yang gak expert banget soal masalah hukum atau mungkin bahkan masyarakat Indonesia lainnya adalah paparan visi dan misi yang konkret untuk perubahan Indonesia, bukan malah menciptakan permainan serang menyerang dalam debat..

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari debat pertama capres yang berlangsung tadi dan semoga kita menjadi semakin obyektif dalam memilih calon pemimpin di 9 Juli nanti dengan bekal menonton dan memahami isi dari gelaran debat capres ini..

#shambu ikut bicara soal politik lewat status FB tapi tetep menjaga netralitas dan independensi . Depok, 9 Juni 2014 dan pemilu tinggal sebulan lagi, salam  — at Pasar Cisalak Depok.