BBM Naik!

Kabar gembira, kini harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Indonesia sudah mengalami kenaikan sebesar Rp.2.000. Untuk Premium jadi Rp.8.500 dan untuk Solar jadi Rp.7.500. Presiden terpilih mengumumkan kenaikan harga BBM semalam di Istana Negara. Tumben yah untuk pengumuman kenaikan harga BBM ini Pak Presiden gak bikin sensasi seperti waktu pengumuman menteri kemarin yang wacananya pengumuman nama-nama menteri akan dilakukan di ruang publik seperti di dermaga pelabuhan Tanjung Priuk yang sudah disulap menjadi tempat yang layak pakai untuk kegiatan formal dan resmi tersebut, namun pada akhirnya pengumuman nama menteri tetap dilakukan di Istana Negara padahal di pelabuhan sana sudah di siapkan tempat yang kabarnya menelan biaya yang gak sedikit dan kabarnya pula kapal yang akan berlabuh pun harus mengalah terlebih dulu. Hmmm, ya biasa lah Presiden kita memang selalu membuat sensasi dan kejutan yang tak terduga seperti kenaikan BBM yang sedang terjadi saat ini.

Saya pikir sih pemerintahan sekarang akan berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Dimana saya berpikir bahwa pemerintahan sekarang akan lebih pro terhadap kepentingan rakyat. karena yang saya dan kita ketahui Presiden kita Ir. H. Joko Widodo diusung oleh partai yang diketuai oleh Ibu Megawati yang katanya itu adalah partainya “wong cilik.” Namun keadaanya berbading terbaik. Harapan gak sesuai dengan kenyataan. Presiden terpilih yang sebagian besar suara terbanyaknya disumbang oleh kalangan rakyat kelas menengah ke bawah malahan membuat kebijakan yang menuai pro dan kontra serta krusial banget yaitu menaikan harga BBM. Eh ternyata pemerintahan sekarang sama saja seperti pemerintahan yang lalu, belum terlihat perbedaannya😛.

Kebijakan menaikan harga BBM memang pro / kontra banget. Yang pro pastinya yang punya kepentingan entah itu siapa, yang kondisi finansialnya gak bermasalah / berkecukupan (yang berkecukupan pun mungkin dengan sangat terpaksa legowo dengan kebijakan yang diambil Presiden ini) dan juga yang kebutuhan hidupnya ditanggung oleh negara dan uang rakyat seperti pejabat publik, pemerintah dan wakil rakyat. Kalau pemerintah sih dengan gampang bikin kebijakan karena mereka memang punya kuasa, tapi kadang maaf-maaf nih ya pemerintah kadang-kadang / sering gak mempertimbangkan hajat hidup orang banyak dalam membuat kebijakan. Ketika hal seperti ini terjadi seolah pemerintah menutup mata dan telinga dari suara hati dan jeritan rakyat, namun Pemerintah tetap melaju saja tanpa mempertimbangkan suara rakyat tadi. Ya ini menjadi salah satu bagian kritik / saran untuk Pemerintah supaya gak sering pura-pura menutup mata dan telinga agar mau mendengar suara rakyat dan mau membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat bukan pada kepentingan golongan.

BBM-Naik-Yang-Miskin-Makin-Miskin
Sumber foto: google

Siapa yang kontra akan kebijakan ini? Pastinya rakyat kecil yang pendapatannya pas-pasan / rakyat yang tergolong di bawah garis kemiskinan maupun rakyat kecil yang  waktu PilPres kemarin gak sengaja / salah coblos JKW-JK yang sekarang merasa kecewa akan kebijakan pemerintah yang dirasa memberatkan. Dan saya sendiri termasuk yang kontra terhadap kenaikan BBM ini karena otomatis akan berdampak pada sektor lain, bisa positif dan bisa juga negatif.

Lalu apa dampaknya dari kenaikan BBM ini? Kok yang kontra ini kayaknya merasa dirugikan banget akan kebijakan pemerintah ini. Ya mungkin kita semua sudah pada tahu ya dampak dari kenaikan harga BBM ini yang salah satunya adalah kenaikan harga barang dan jasa. Jelas sudah lah kalau hal tersebut memang sangat menjadi momok bagi kalangan kelas menengah ke bawah karena harga-harga yang kian melambung tinggi. Bahkan beberapa waktu lalu waktu BBM belum naik saja harga barang saja sudah mulai naik yang berimbas pada minimnya tingkat daya beli masyarakat.

Hal tersebut memang terbukti, waktu pekan lalu saya belanja ke Pasar Senen, Jakarta, banyak pedagang yang mengeluh kalau dagangannya sepi dan kadang mereka terpaksa menjual murah dagangannya supaya ada pendapatan walau mungkin gak seberapa. Dampak kenaikan BBM itu lah yang membuat harga barang khususnya barang kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga daya beli masyarakat minim terhada barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok.

Dampak lain yang terjadi akibat hal ini adalah demo besar yang dilakukan beberapa elemen masyarakat dalam penolakan kenaikan BBM yang gak jarang membuat kericuhan, rusaknya fasilitas publik dan sebagainya. Dan setidaknya hal ini gak harus terjadi kalau pemerintah kita mau mendengar suara rakyat dan membela kepentingan rakyat.

Karena dianggap menaikan BBM terlalu tergesa-gesa dan dari berbagai sumber yang saya baca di media online kalau harga minyak dunia sedang turun / anjlok, Presiden kita yang baru saja dilantik bulan lalu malah menaikan harga BBM dengan berbagai alasan dan dalih, pemerintahan kita saat ini pun banjir cibiran dan kritikan di sosial media. Gak perlu saya sebutkan cibirannya satu-persatu karena saya sendiri memang gak begitu memperhatikan banget keresahan mereka akan hal ini yang di share di sosial media, tapi saya sempat mengutip status dari Ustadz Felix Xiauw di facebook tentang kenaikan BBM ini:

dulu logika pemerintah naikin BBM karena harga minyak dunia naik | harganya turun, tetep aja dinaikin, alasan lagi, udah niat itu mah

alasannya naikin BBM karena rakyat kecil | lha sekarang rakyat kecil sekedar beli cabe aja susah, justru mereka kena dampak paling parah

yang paling untung harga BBM naik siapa? ya yang punya pom bensin asing | akhirnya investasinya maknyus, harga minyaknya sekarang bersaing

bukti lagi bahwa selama ini demokrasi hanya khayalan saja | mayoritas yang nggak setuju BBM naik nggak didengar dan diperhatikan

dalam Islam, Nabi bersabda, pemimpin itu layaknya penggembala | ia bertugas menjaga, melindungi, melayani, bukan hitung-hitung untung rugi

layaknya ayah bagi anak-anaknya, walaupun makan harus disubsidi ya tetep dilakoni, ngutang juga ayo | itulah pemimpin dalam Islam

Nabi bersabda bahwa “Muslim berserikat pada 3 hal, padang rumput, air, api” (HR Abu Dawud) | artinya energi bagian dari milik umum

hutang banyak, produksi minyak terus menurun, over-consumption, itu bentuk salah kelola negara | tapi yang disalahkan malah rakyat, aneh

negara yang tak efisien karena korupsi meraja, mafia migas melenggang | yang harus nanggung malah rakyat dengan naikin BBM, logika?

nyata-nyata sekarang, bukan orang kaya yang terpengaruh dengan naiknya BBM kan? | semua yang terpengaruh yang pendapatan menengah ke bawah

pengusaha mah mudah, tinggal masukin naiknya BBM jadi bagian beban biaya, harga jual produk naikin | yang karyawan mau naikin harga apa?

solusinya gimana? oke, nih cuma contoh aja ya | Hugo Chavez Venezuela, nasionalisasi semua perusahaan asing, hasilnya? BBM Rp. 585/liter

yang sosialis kayak Chavez aja berani nasionalisasi perusahaan asing | kita nggak perlu sosialisme, kita punya yang lebih baik, sistem Islam

cuma ngasih pandangan aja sih, setuju boleh, nggak ya dipikir lagi aja.. hehe.. | coba deh pelajari bagaimana Islam sejahterakan ummat

yang terima naik BBM silakan, itu hak anda, yang mau protes juga boleh, itu juga hak | asal semua diselesaikan dengan pemikiran, bukan fisik

yang dukung naik BBM bisa salah, yang tolak naik BBM juga nggak selalu bener | yang bener dan pasti itu cuma hukum Allah, cuma Islam

Islam diturunkan sempurna, pasti juga ada cara mengatur negara dan BBM | yuk pelajari, yuk ngaji, biar wawasannya luas, biar cerah

“kok twitnya bikin rame sih?” | ya sesekali lah rame, biar kamu nggak kesepian.. ‪#‎eaa‬😄

Ya begitulah status facebook dari Sang Ustadz. Dan saya juga sempat mengutip status facebook dari Komunitas Punk Muslim yang isinya:

Untungnya sih jutaan orang miskin yg jauh dibawah elu penghasilannya gk mungkin mampu pakai medsos. Boro-boro main medsos, HP yg jadul aja kagak pernah pegang.

Lu atau gw yg masih cekakak cekikik dimedsos mah msh bisa cincay lah sm kenaikan harga BBM. nah elu elu yg dengan bangga terima n dukung jokowi naikin harga BBM jng mikirnya di elu doang. Kalo begitu bakal mati nalar dan nurani elu.

Elu kira udah nggak ada orang yg digaji cm 50rb perhari walaupun dijakarta sekalipun? Msh banyak!
Gw kenalin kalo lu mau tahu.

Kalo jutaan orang miskin yg gk mungkin bisa pake medsos ini tahu bacot elu dengan entengnya ngomong “naik 2rb aja pada protes, rokok yg 15rb aja bisa beli” dan kalimat pembelaan tolol lainnya. Mungkin orang2 itu bakal nangis sakit hati denger elu ngomong kayak bgitu.

Lihat keorang2 miskin itu bro, jngan lihat kejokowi nya. Kalo elu msh cenderung lihat ke jokowinya hati2, mungkin sbentar lg nalar n nurani elu bakal mati.

Kenaikan BBM ini menurut saya bukan hanya sekedar kompensasi dari pemerintah yang dibagikan tidak seberapa kepada rakyat karena hampir di semua sektor industri yang bergantung pada BBM harga barang dan jasanya pasti akan naik. Dan dana kompensasi yang diberikan belum tentu bisa mengkaver segala kebutuhan masyarakat.

Nah, jadi saat ini kita jangan mengedepankan ego pribadi dimana mungkin kenaikan harga BBM gak berpengaruh sama kondisi ekonomi kita karena masih banyak sahabat kita yang kondisi ekonominya gak seberuntung kita.Jangan biarkan diri kita untuk tetap membela pemerintah yang gak mementingkan kepentingan rakyat banyak, sehingga saking ngebela-bela pemerintah yang gak pro rakyat sampai-sampai tercipta meme seperti ini:

imageCoba kamu mikir, kalau gambar di atas itu di generalisir kayak gimana? Apakah semua orang Indonesia itu pasti perokok? Enggak kan? Saya aja nggak ngerokok kok, jadi kenaikan BBM ini amat sangat memberatkan saya dan yang lain yang nggak ngerokok apalagi membeli produknya.

Kalau saya pribadi memberi masukan soal kebijakan ini sebelum menaikan tarif BBM lebih baik pemerintah sikat habis dulu itu yang namanya MAFIA MIGAS yang amat meresahkan dunia permigasan Indonesia, benahi dulu sarana dan prasarana transportasi publik yang baik banyak masyarakat terpaksa pakai kendaraan pribadi karena transportasi publiknya kurang nyaman, kalau memang pemerintah berdalih menaikan harga BBM bersubsidi ini agar pemakaian BBM ini dapat tepat sasaran, lebih baik pemerintah cari solusi bagaimana supaya bisa tepat sasaran tanpa harus menaikan harganya, kalau pemerintah berdalih juga menaikan BBM karena alasan ingin menghemat anggaran kenapa itu nggak dipangkas aja anggaran para pejabat publik dan wakil rakyat supaya ada opsi lain untuk tidak menaikan BBM serta kalau pemerntah berdalih lagi menaikan BBM dengan tujuan mengalihkan subsidi agar dapat dengan mudah merealisasikan program kerja dan juga dapat mempercepat pembangunan infrastruktur kenapa juga mesti rakyat yang jadi korban dengan naiknya harga BBM kenapa juga nggak memanfaatkan sumber daya alam negara kita yang cukup berlimpah yang marak dikuasai asing sebagai penambah anggaran negara sehingga BBM itu tidak harus dinaikan! Intinya dalam hal ini penerintah harus mau dan berani berfikir out of the box dan kreatif dalam mencari solusi ini. Kenapa juga ya pemerintah kita nggak nyari dan mengembangkan alternatif sumber energi lain yang lebih murah dan ramah lingkungan seperti bahan bakar gas.

Apa jangan-jangan pemerintah kita ini malas? Malas berpikir kreatif dan malas mencari solusi lain untuk dapat merealisasikan program kerja dengan cepat sehingga seakan pemerintah tidak mempunyai opsi lain selain menaikan harga BBM dan akhirnya rakyat pun harus menjadi korban, gitu? Atau jangan-jangan pemerintah kita nggak berani sama pihak asing yang sudah sangat semena-mene mengeruk sumber daya lam kita?

Saya pribadi berpendapat, Indonesia belum pantas untuk menjual harga BBM bersubsidi dengan harga tinggi dan dalam menentukan harganya juga Negara kita juga belum pantas untuk mengikuti harga / mekanisme pasar selama Negara kita masih jadi Negara berkembang.

Hmmm, sekarang mulai ketahuan kan kalau pemerintah kita ini pro rakyat atau enggak? Silahkan menilai sendiri dengan hati nurani tentunya..

Kalau sudah begini hanya kerja keras lah yang bisa kita agar kita dapat bertahan hidup dalam kondisi ini. Kalaupun kita menanti turunnya harga BBM bersubsidi, itu hanyalah permainan dari pemerintah saja untuk meraih simpati rakyat karena rakyat sudah terlajur murka dan mungkin hilang kepercayaan terhadap pemerintah!

Presiden itu sejatinya tidak mengabaikan aspirasi rakyat karena Presiden adalah pelayan rakyat!

Sekian dan terimakasih🙂

2 thoughts on “BBM Naik!

Comments are closed.