Kabinet Menteri Parpol

Berikut adalah nama-nama menteri yang berasal dari kalangan parpol:

Sumber: kompas.com

1. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (PDI-P)
2. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly (PDI-P)
3. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga (PDI-P)
4. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (PDI-P)
5. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (PKB)
6. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi: M Nasir (PKB)
7. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi (PKB)
8. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja’far (PKB)
9. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (NasDem)
10. Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan (NasDem)
11. Menko Bidang Polhukam: Tedjo Edy Purdijatno (NasDem)
12. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi (Hanura)
13. Menteri Perindustrian: M Saleh Husin (Hanura)
14. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin (PPP)

Tanggapan kamu gimana hayooo soal kabinet yang dari parpol ini? Tanggapan mesti obyektif ya 🙂 Kalau saya sih jelas ini namanya politik bagi-bagi kursi dan alih-alih menjadikan koalisi Indonesia Hebat koalisi yang tanpa syarat saya rasa itu cukup sangat gagal total melihat nama-nama diatas yang mayoritas bersumber dari partai pengusung Pak Jokowi. Dan perkataan Pak Jokowi waktu kampanye tak sesuai dengan kenyataan,padahal waktu kampanye Pak Presiden terpilih sering menegaskan “INI KOALISI TANPA SYARAT!” dan penegasan tersebut masih terngiang-ngiang dalam benak saya sampai saat ini. Bahkan Pak Jokowi juga gak mengindahkan salah satu tagline yang diusungnya sendiri yaitu “JUJUR.” Nah kira-kira dalam hal ini Presiden kita sudah menepati janjinya belum?

Pokoknya sekarang kita sebagai rakyat sih harus bersikap obyektif terhadap pemerintah, kalau memang yang dilakukan pemerintah itu adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi rakyat ya kita dukung penuh, tapi kalau pemerntah melakukan penyimpangan dan hal yang dirasa kurang baik hingga merugikan masyarakat, ya kita jangan segan-segan untuk mengkritisi kebijakan / sesuatu yang pemeritah buat atau kalau perlu kita gak usah dukung sekalian itu pemerintahan kalau memang benar-benar kurang manfaatnya. Toh kita ini kan punya hak untuk menyuarakan pendapat kita selama itu masih dalam batasan dan norma yang wajar serta jangan sampai melanggar hukum.

Yeah, just my opinion 😀

Advertisements

Final Debat Capres

debat-pasangan-capres-cawapres
Debat Capres 1

Assalamu’alaikum, selamat malam..

Barusan saya nonton debat capres dari awal sampai selesai, sayang banget debat capres putaran  terakhir ini agak molor dari jadwal karena nungguin Pak Jokowi datengnya telat yang aturannya mulai jam 20.30 WIB eh malah mulai lebih dari jam yang udah ditentuin. Adduhh Pak Jokowi pake telat segala sihh, debat kemaren udah telat eh sekarang telat lagi. Kalau saya sih udah lah mulai aja debatnya tanpa Pak Jokowi soalnya msyarakat udah gak sabar nunggu nih, orang telat mah gak usah di kasih hati, hahaha.

Debat capres berlangsung seru banget dari sesi ke sesi. Namun saya ngerasa di debat capres yang terakhir ini agak kecewa sedikit dan berasa kurang nonjok. Kenapa saya sedikit kecewa dan berasa kurang nonjok? Soalnya di beberapa sesi kedua pasangan capres dan cawapres malah ngebahas isu dan hal yang diluar dari konteks / tema debat pada saat itu. Di sesi tersebut mereka malah sibuk ngebahas dan ngeributin soal kata “MALING” yang bermula dari pertanyaan Pak JK kepada kubu PRAHARA tentang isu “MALING” yang berhembus yang sebenarnya hal itu kan memang harusnya gak dibahas panjang dalam debat saat itu karena memang bukan tema debat ngebahas maling.

Seharusnya mereka bisa menggali lagi gagasan mereka yang lebih konkrit lagi soal permalasahan lingkungan hidup dan energi yang memang menjadi salah dua dari tema debat pada malam itu. Saya mau share foto  facebook dari Greenpeace Indonesia:

10426860_10152373311684961_313097356395243553_n
Greenpeace Indonesia: Debat Capres-Cawapres malam ini membuat Umba sedih dan kecewa karena perlindungan lingkungan laut Indonesia rumahnya, tidak mendapat perhatian besar.

Ya mau dikata apa, debat capres sudah usai. Dan menurut saya waktu yang diberikan KPU untuk Debat masih kurang banyak, jadi nggak semua permasalahan ada bisa terangkat ke permukaan dalam debat. Namun siapaun pemimpinnya dan apapun pilihan rakyat Indonesia, mereka tetaplah pemimpin kita yang seyogyanya bisa menyelesaikan permsalahan yang ada khususnya bagi keanekaragaman hayati, flora dan fauna Indonesia.